<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yoga Prasetya</title>
	<atom:link href="http://zoegha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zoegha.wordpress.com</link>
	<description>Be Your Self</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Jun 2009 01:20:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='zoegha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yoga Prasetya</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://zoegha.wordpress.com/osd.xml" title="Yoga Prasetya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://zoegha.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menulis Modal Nekat</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2009/05/23/menulis-modal-nekat/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2009/05/23/menulis-modal-nekat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 13:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan tulisan yang jauh dari sempurna karena yang menulis bukanlah manusia yang sempurna dan hanya bermodal nekat. hihihii&#8230;.. Tulisan ini dibuat hanya dalam rangka iseng mengisi waktu kosong yang dari pada bengong. So&#8230; boleh komentar tapi jangan asal, kalau asal boleh usul tapi usul gak boleh asal hihihiihhii.. gak nyambung ya.. Sepanjang sejarah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=200&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan tulisan yang jauh dari sempurna karena yang menulis bukanlah manusia yang sempurna dan hanya bermodal nekat. hihihii&#8230;.. Tulisan ini dibuat hanya dalam rangka iseng mengisi waktu kosong yang dari pada bengong. So&#8230; boleh komentar tapi jangan asal, kalau asal boleh usul tapi usul gak boleh asal hihihiihhii.. gak nyambung ya..<span id="more-200"></span></p>
<p>Sepanjang sejarah aku menulis, menurutku tak ada tulisanku yang dapat aku nilai baik. Tapi, aku gak tau apa penilaian orang-orang yang membaca tulisanku terhadap tulisan-tulisan yang pernah aku tulis, entah dia bilang buruk atau bagus aku juga tidak tahu. Karena tulisan-tulisan yang pernah aku tulis yang menurutku kurang sempurna, merupakan sebuah proses untuku menjadi seorang penulis. </p>
<p>Sebuah karya itu yang menentukan apakah karya itu baik atau tidak adalah orang lain. Oleh sebab itu aku selalu memperhatikan komentar-komentar yang terlontar dari orang-orang yang membaca tulisanku, karena bagiku komentar-komentar itu merupakan masukan untuku untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan yang gurih untuk di baca. </p>
<p>Selama ini aku belajar menulis dengan cara otodidak, tidak ada manusia yang membimbingku dalam menulis. Hanya dengan modal nekat aku tidak perduli aku selalu saja menulis, entah itu hasilnya buruk atau tidak, aku tidak perduli dan yang aku tahu hanyalah menulis. </p>
<p>Keinginanku menulis sebenarnya bukan karena ingin mengembangkan bakatku menulis, karena aku tidak punya bakat menulis hihihii&#8230; Keinginanku menulis sebenarnya hanyalah sekedar mengisi waktu luang. Akan tetapi karena merasakan menulis itu enak makanya aku terus saja menulis.</p>
<p>Pernah suatu ketika aku chating lewat facebook dengan Iwan Piliang seorang penulis dan sekaligus pengelola website  <a href="http://blog-presstalk.com/">http://blogpresstalk.com</a>, <a href="http://blog-presstalk.info/">http://blog-presstalk.info</a>, <a href="http://www.partaionline.org/">http://www.partaionline.org</a>, dalam chating itu aku mengatakan pada Iwan bahwa aku ingin belajar menulis kepadanya karena dia lebih jago menulis ketimbang aku. Iwan hanya menjawab &#8220;Dalam menulis itu tidak ada yang jago atau tidak jago, tidak ada senior ataupun yunior, kalau mau belajar menulis syaratnya ada lima (bukan rukun Islam lho..) yaitu pertama: menulis, kedua: menulis, ketiga: menulis, keempat: menulis dan yang kelima: menulis&#8221;. dan mungkin jawaban Iwan bisa menguatkan alasanku mengapa aku hanya modal nekat dalam belajar menulis dan yang aku tau hanyalah menulis.</p>
<p>Sekitar tahun 2008 lalu aku mulai belajar menulis, aku memulainya ketika aku bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa <a href="http://www.scientiarum.com/">Scientiarum</a>. sebuah pers mahasiswa yang berada di Universitas Kristen Satya Wacana. Aku memulainya dengan menjadi seorang wartawan di Scientiarum. Pertama kali aku menulis berita, aku menulis tentang hasil liputanku aksi demo mahasiwa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak pada tahun 2008. Masih dengan modal nekatku, aku paksakan diri untuk melakukan liputan meskipun aku tidak tahu harus bagaimana, aku tetap saja nekat.</p>
<p>Media inilah yang sebenarnya membimbingku, media yang mengenalkanku tentang menulis. Meskipun sebenarnya jengkel ketika disuruh liputan saat sibuk-sibuknya kuliah yang belum lagi ditambah dikomentarinya tulisanku oleh pemimpin redaksi Scientiarum yang juga sekaligus menjabat sebagai seorang editor, aku hanya mencoba sabar dan tetap enjoy.</p>
<p>Seiring dengan berjalannya waktu, tak terasa sudah setahun. Aku belum merasakan sedikitpun perubahan yang ada padaku dalam menulis. Kecuali menghasilkan tulisan-tulisan murahan yang selalu di komentari oleh banyak orang. Akan tetapi itulah proses, dan untuk bisa mendapatkan sesuatu itu pasti ada prosesnya, bener gak?.</p>
<p>Sekarang aku telah menjabat sebagai pemimpin redaksi di Scientiarum, perjalanan yang sedikit panjang telah aku lalui. Mulai menjadi wartawan culun yang tak tahu apa-apa sampai menjadi pemimpin redaksi yang juga masih culun telah aku rasakan. hahahahha&#8230; aneh ya.. pemimpin redaksi kok culun, itulah mari aku jelaskan&#8230;</p>
<p>Pada tulisan diatas aku sudah menjelaskan, bahwa tak banyak yang aku dapat selama setahun bergabung dengan Scientiarum. Makanya aku masih saja culun alias pekok karena cuma modal nekat hehehehehe&#8230;. </p>
<p>Pada Desember 2008, ketika Scientiarum menerbikan majalah perdananya, pemimpin redaksiku mengundurkan diri dengan alasan sudah capek memimpin Scientiarum selain itu sepertinya perlu regenerasi pemimpin di Scientiarum. Scientiarum yang saat itu terdiri dari delapan belas orang staff mengusulkan empat orang yang mana nantinya salah satunya akan menjadi pemimpin redaksi Scientiarum. Dari empat orang yang diusulkan salah satunya adalah aku, tapi ketika dilakukan pemilihan secara musyawarah ketiga orang yang dicalonkan mengundurkan diri dengan alasannya masing-masing dan yang tersisa hanyalah aku. Terpaksa deh.. aku terpilih menjadi pemimpin redaksi Scientiarum tanpa harus bersaing dengan tiga orang yang lain. Jadi pada intinya aku terpilih tanpa diduga hihihiii&#8230;.</p>
<p>Aku mulai resmi menyandang status sebagai pemimpin redaksi di Scientiarum per-Januari 2009. Setelah aku menjabat sebagai pemimpin redaksi di Scientirum, media ini tak banyak mengalami perubahan justru malah mengalami kemunduran. yah tau sendiri kan yang memimpin orang yang hanya bermodal nekat hihihiiii&#8230;.</p>
<p>Tugasku semakin bertambah berat ketika menjabat sebagai pemimpin redaksi. Terpaksa aku harus mendobel-dobel jabatan mulai dari pemimpin redaksi, redaktur pelaksana dan sekaligus wartawan. Yah semua itu dikarenakan oleh beberapa faktor, yang pertama karena kebanyakan staff Scientiarum mulai sibuk mengurus skripsi dan juga pada malas bekerja. Untung saja tidak tambah satu lagi yaitu editor, bagaimana mau jadi editor nulis aja masih kacau hihihihihiiii&#8230;.</p>
<p>Semua itu aku jalani hanya modal NEKAT&#8230; hehehhehe&#8230;. disamping modal nekat background saya adalah Enjo aja&#8230;. kayak iklan rokok ya&#8230;? yah&#8230; meskipun terkadang mengeluh sih.. tapi keluhanku adalah semangatku hihihihiii&#8230;.</p>
<p>Ok, baiklah mungkin itu cerita saya sebagai penulis yang bermodal NEKAT. Tapi saya mau tanya menurut anda apa kira-kira menulis dengan modal NEKAT itu bagus? xixixiixii&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=200&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2009/05/23/menulis-modal-nekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Civitas UKSW Ragukan Kerja Pansus</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2009/05/08/civitas-uksw-ragukan-kerja-pansus/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2009/05/08/civitas-uksw-ragukan-kerja-pansus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 07:15:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/2009/05/08/civitas-uksw-ragukan-kerja-pansus/</guid>
		<description><![CDATA[SALATIGA,SCIENTIARUM–Puluhan dosen, pegawai, dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Satya Wacana melakukan aksi penolakan kecurangan pemilihan rektor pada (4/5/09).<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=194&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://zoegha.files.wordpress.com/2009/05/tolak-hasil-pansus-21.jpg?w=700" alt="tolak hasil pansus (2)" title="tolak hasil pansus (2)"   class="alignnone size-full wp-image-215" /> SCIENTIARUM/<a href="http://scientiarum.com/author/jamesanthony/">JAMES A.L.FILEMON</a><br />
Sepanduk bertuliskan Tolak Kecurangan Pemilihan Rektor dibentangkan oleh mahasiswa saat unjuk rasa pemilihan rektor UKSW di depan kantor YPTKSW.</p>
<p>SALATIGA,<em>SCIENTIARUM</em>-–Puluhan dosen, pegawai, dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Satya Wacana melakukan aksi penolakan kecurangan pemilihan rektor pada (4/5/09).<span id="more-194"></span></p>
<p>Aksi yang dimuai pada pukul 10.00 WIB setelah pelaksanaan ibadah senin tersebut dilakukan di depan gedung Balairung Universitas dengan memampang spanduk besar yang bertuliskan “TOLAK KECURANGAN PEMILIHAN REKTOR”. Selain itu, para dosen, pegawai dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang tergabung juga melakukan penandatanganan permohonan penjelasan transparansi indikator scoring yang digunakan untuk pemilihan calon rektor yang ditujukan kepada Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW).</p>
<p>Dalam hal ini, mereka meminta kepada pansus untuk keterbukaan dalam scoring supaya ada kejelasan, sehingga semua civitas warga UKSW paham dengan proses pemilihan calon rektor.</p>
<p>Slamet Samiyana, dosen fakultas teologi menuturkan, ”Telah terjadi perbedaan pada hasil scoring pada pemilihan tahun 2001 dengan pemilihan tahun 2009 padahal indikator yang digunakan untuk scoring sama”.</p>
<p>Seperti yang tertulis pada press release, dengan indikator scoring yang sama pada tahun 2001, Prof.Dr Jhon Titaley menduduki ranking pertama, Prof.Dr. Kris Herawan Timotius pada ranking kedua, Prof.Dr. Hendrawan Supratikno pada urutan ke tiga, dan pada urutan ke empat diduduki oleh Prof. Daniel D. Kameo. Namun, pada pemilihan tahun 2009, ranking pertama diduduki oleh Prof. Dr. Kris Herawan Timotius, sedangkan ranking kedua diduduki oleh Prof. Daniel D. Kameo, dan Prof. Dr. Jhon Titaley berada pada ranking ketiga.</p>
<p>Pada pemilihan tahun 2009 kali ini, dari enam bakal calon rektor yang ada, hanya diusulkan dua nama yang tidak jelas scoring dan rankingnya, serta tidak jelas hasil ranking bagi seluruh nama bakal calon rektor yang ada. Dan kedua nama yang diusulkan oleh pansus kepada YPTKSW tersebut adalah nama-nama yang dibawah ranking Prof.Dr. Jhon Titeley pada pemilihan sebelumnya.</p>
<p>Dalam press release tersebut juga dikatakan bahwa dua nama yang diusulkan saat ini belum menyelesaikan masa jabatannya, sehingga belum ada pencapaian prestasi akhir yang dapat dibandingkan dengan Prof. Dr. Jhon Titeley yang telah menyelesaikan tugasnya.</p>
<p>Dalam hal ini para peserta aksi melontarkan kecurigaan terhadap kinerja pansus dalam penjaringan calon rektor, dan dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap SK 034/B/YSW/2004 tentang peraturan pencalonan, pemilihan calon dan pengangkatan rektor, dan para pembantu rektor UKSW. Seharusnya, tindakan pansus ditegur oleh pengurus YPTKSW, sangat disayangkan bahwa hal ini tidak dilakukan oleh pengurus.</p>
<p>Jubar Christian, dosen fakultas biologi menambahkan bahwa pansus telah melakukan pelanggaran terhadap SK 034/B/YSW/2004, dan salah satu pelanggarannya dapat dibuktikan dengan pansus yang melibatkan senator dalam melakukan proses scoring. Selain itu dalam persoalan etika, pihak pansus tidak memberikan surat pemberitahuan kepada bakal calon yang tidak lolos secara tertulis, tetapi diumumkan oleh pansus melalui buletin senin.</p>
<p>”Dalam hal ini kami tidak mempermasalahkan siapa nantinya yang akan terpilih akan tetapi yang kami permasalahkan adalah proses dan keterbukaan pansus dalam melakukan scoring” tambah Jubar.</p>
<p>Yulius Yusak, salah satu senator membenarkan bahwa pihak senator telah dimintai oleh pansus untuk ikut memberikan penilaian dalam pemilihan calon rektor. Padahal, seharusnya dalam aturan pemilihan calon rektor, senator tidak ikut memberikan penilaian. Hal tersebut telah melanggar SK.</p>
<p>Setelah melakukan penandatanganan permohonan penjelasan transparansi indikator scoring, para peserta aksi penolakan berjalan dengan membentangkan spanduk menuju kantor YPTKSW, dan beberapa orang perwakilan dosen dan pegawai masuk kantor YPTKSW untuk bertemu dengan pihak pengurus.</p>
<p>Hasil pertemuan perwakilan dosen dan pegawai dengan pengurus YPTKSW (Santoso Adikusuma, Tri Budi, Sutikno dan Johanes Rusadi) adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Pengurus dan dosen bersepakat bahwa proses pemilihan rektor tahun ini adalah momen yang berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya, karena bakal calon rektor berjumlah enam orang adalah lebih banyak dari dua periode sebelumnya.</p>
<p>2. Hal “luar biasa” lainnya menurut ketua pengurus YPTKSW Santo Adikusuma adalah hasil kerja pansus yang ternyata melahirkan dua nama pada posisi ketiga. hal ini menyebabkan hasil tersebut menjadi belum final karena masih harus dikonsultasikan dengan pengawas YPTKSW dan pembina YPTKSW.</p>
<p>3. Ketua pengurus menyadari bahwa dari hasil scoring dengan menggunakan instrumen scoring yang sama dan yang sangat empiris, seharusnya secara metodologis akan menghasilkan hasil yang konstan (dari pihak dosen dan pegawai mempermasalahkan bahwa seharusnya nama Prof. Dr. Jhon Titaley memiliki hasil yang tinggi karena selalu konstan) hal itu sudah disadari setelah melihat adanya dua scoring yang sama pada posisi keiga.</p>
<p>4. Pada hari Senin 4 Mei 2009 ketua pembina YPTKSW Prof.Dr. Atmonobudi telah mengutus ketua pengawas YPTKSW Pdt. Engkih Gandakusuma untuk datang ke Salatiga dan langsung mengumpulkan informasi mengenai masalah pemilihan rektor untuk disampaikan kepada pembina YPTKSW.</p>
<p>5. Oleh karena itu, protes dan surat dari dosen dan pegawai akan langsung diteruskan kepada pembina melalui pengurus.</p>
<p>6. Terhadap pengumuman hasil kerja pansus penjaringan bakal calon rekor di buletin senin UKSW, ketua pengurus YPTKSW mengakui bahwa hal tersebut bisa disalahkan. Pansus sebenarnya tidak boleh mengumumkan di buletin senin tapi karena pansus berpendapat bahwa hasil perlu diumumkan karena pansus didesak dari unitnya. Padahal dalam melaksanakan tugasnya sebenarnya pansus bertanggung jawab kepada unit tetapi kepada pengurus YPTKSW.</p>
<p>7. Ketua pengurus YPTKSW mengemukakan bahwa dirinya tidak tahu apakah dua nama yang diusulkan pansus tersebut akan diteruskan kepada senat UKSW. karena semuanya saat ini tergantung pada keputusan pembina YPTKSW setelah munculnya masalah ini. kalau memang ada penambahan nama, itu juga diserahkan kepada keputusan pembina YPTKSW.</p>
<p>8. Ketua pengurus YPTKSW setuju untuk meralat pengumuman yang dimuat di buletin senin UKSW.</p>
<p>Sedangkan hasil pertemuan dosen dan pegawai dengan ketua pengawas YPTKSW Pdt. Engkih Gandakusuma adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Pertemuan dilakukan atas mandat yang diberikan oleh ketua pembina YPTKSW Atmonobudi kepada ketua pengawas YPTKSW untuk mengumpulkan fakta-fakta atas proses pemilihan rektor yang sedang berlangsung di UKSW.</p>
<p>2. Berdasarkan mandat tersebut, ketua pengawas YPTKSW telah bertemu dengan pengurus YPTKSW dan selanjutnya bertemu dengan perwakilan dosen dan pegawai yang keberatan dengan hasil pansus penjaringan bakal calon rektor UKSW.</p>
<p>3. Surat dan tanda tangan asli dari dosen dan pegawai telah dikirimkan melalui paket kilat ke Jakarta. Salinan terhadap surat dan daftar tanda tangan tersebut akan dibawa oleh ketua pengawas untuk diserahkan bersama-sama dengan notulen pembicaraan tersebut kepada ketua pembina YPTKSW.</p>
<p>4. Dalam pertemuan tersebut ketua pengawas hanya membuat notulen saja dan tidak memberikan komentar karena kewenangan sepenuhnya berada ditangan pembina.</p>
<p>5. Para dosen yang hadir telah menyampaikan pendapat mereka tentang berbagai indikasi kecurangan dalam pemilihan rektor UKSW, serta persoalan intimidasi yang dialami oleh para pegawai kontrak di UKSW akibat menandatangani petisi untuk mencalonkan Prof. Dr. Jhon Titaley.</p>
<p>6. Atas pertimbangan-pertimbangan yang telah disebutkan dalam pertemuan tersebut maka kepada pembina YPTKSW dimohon untuk melakukan re-scoring (re-scoring) oleh tim baru yang dibentuk oleh pembina YPTKSW.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=194&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2009/05/08/civitas-uksw-ragukan-kerja-pansus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zoegha.files.wordpress.com/2009/05/tolak-hasil-pansus-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tolak hasil pansus (2)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlunya Verifikasi</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2009/02/04/170/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2009/02/04/170/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 06:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Pada 21 Januari 2009, saya memperoleh pesan singkat dari salah satu staf Biro Promosi Universitas Kristen Satya Wacana, namanya Saam Fredy Marpaung. Dia mengirim pesan singkat yang mengatakan, ”Dosen elektro bawa pisau mengamuk di gedung C”. Pikir saya, dari mana dia mendapatkan informasi tersebut, sebelum akhirnya saya memutuskan untuk bergegas menuju gedung C dan kroscek. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=170&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 21 Januari 2009, saya memperoleh pesan singkat dari salah satu staf Biro Promosi Universitas Kristen Satya Wacana, namanya Saam Fredy Marpaung. Dia mengirim pesan singkat yang mengatakan, ”Dosen elektro bawa pisau mengamuk di gedung C”. Pikir saya, dari mana dia mendapatkan informasi tersebut, sebelum akhirnya saya memutuskan untuk bergegas menuju gedung C dan kroscek. Gedung C inilah kantor pusat Fakultas Teknik Elektro dan Komputer.<span id="more-170"></span></p>
<p>Sesampainya di gedung C, saya bertemu dengan salah satu mahasiswa Fakultas Teknik Elektro. Namanya saya lupa, tapi sebelumnya kami pernah bertemu di Jakarta, ketika ada perhelatan akbar kontes robot di Universitas Indonesia tahun 2008 lalu. Saat itu pula saya langsung mencari informasi darinya, ”Mas memang benar tadi ada dosen mengamuk bawa pisau?” tanyaku.</p>
<p>” Wah mendingan tanya saja mas ke kantor elektro, nanti takutnya saya dikatakan menyebar gosip,” jawabnya.</p>
<p>Setelah sedikit bercakap-cakap dengannya, saya merasa belum ada kepastian benar apa tidaknya kejadian tersebut. Meski sebenarnya dalam benak saya meyakini kalau isi pesan singkat itu benar adanya. Selang beberapa menit saya pun melanjutkan pencarian informasi menuju kantor FTEK.</p>
<p>Setibanya di kantor elektro, saya bertemu seorang ibu yang berambut pendek dan badannya sedikit kurus. Seorang Ibu itu tampak sibuk menata berkas-berkas yang ada di mejanya. ”Mungkin dia pegawai administrasinya,” guman saya.</p>
<p>Lalu saya mulai mencari tahu sambil memperkenalkan diri, ”Bu… saya dari Scientiarum, saya mau minta informasi tentang dosen yang membawa pisau dan mengamuk?” Scientiarum adalah Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana.</p>
<p>”Ow.. mendingan langsung ketemu saja Mas sama pak Dalu, kantornya ada di situ,” tuturnya, sambil tangan kanannya menunjuk kearah ruangan Dalu. Pak Dalu yang dia maksud adalah Kepala Program Studi Tehnik Elektro.</p>
<p>Saya pun langsung melangkahkan kaki menuju ruangan pak Dalu. Namun sesampainya di depan ruangannya, saya melihat pak Dalu sedang bincang-bincang dengan salah seorang mahasiswa Tehnik Elektro. Dan saya terpaksa menunggunya di luar sambil melihat-lihat mading.</p>
<p>Ketika saya melihat-lihat mading, tiba-tiba seorang lelaki lewat dibelakang saya, rupanya seorang lelaki tersebut hendak mengunci pintu tembus menuju kantor. Usai mengunci pintu saya mendengar lelaki itu berkata kepada seorang Ibu tadi dengan mengatakan, ”Buk… pintunya saya kunci saja biar nanti kalau ”dia” datang lagi tidak lewat sini, tapi lewat pintu utama” ujar lelaki itu sambil mengayunkan kakinya melalui saya.</p>
<p>”Siapa “dia” yang mereka maksud… apakah pak OKD?” lirih saya.</p>
<p>Tak lama kemudian saya melihat mahasiswa yang tadi berbicang-bincang dengan pak Dalu keluar dari ruangan. Mengetahui hal itu, saya bergegas menuju ruangannya pak Dalu.</p>
<p>”Permisi pak,” sapa saya.</p>
<p>”Ya… silahkan masuk,” jawab Dalu.</p>
<p>”Begini pak saya dari Scientiarum, maksud kedatangan saya ke sini ingin mendapatkan informasi tentang dosen elektro yang membawa pisau dan katanya mengamuk, apakah itu benar?” Pinta saya kepada pak Dalu.</p>
<p>” Ow… itu, ya memang pak OKD tadi ke kantor saya dan memang menodongkan pisau ke arah saya,” tuturnya sambil tertawa kecil.<br />
Dalam perbincangan itu, Dalu berusaha menjelaskan kejadian yang baru saja dialaminya. Dia bercerita banyak kejadian siang itu, dan sedikit mengisahkam saudara OKD.</p>
<p>”Pak OKD, dulunya itu staf pegajar di elektro, dia mengajar mata kuliah mesin listrik dan elektronika daya,” terangnya.</p>
<p>”Beberapa tahun yang lalu, pak OKD berkali-kali mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai dosen karena sakit. Namun, permohonan pengunduran diri pak OKD ditolak oleh pihak fakultas. Dengan alasan dari segi kemampuan pak OKD merupakan dosen yang pintar. Selain itu, pak OKD sudah bekerja sejak lama, yaitu sejak 1984,” tambahnya.</p>
<p>”Saat kejadian tadi, memang saya sempat mengobrol dengan OKD. Namun sebelum saya berbincang dengannya, terlebih dahulu saya menyuruhnya membuang pisau yang ditodongkan ke arah saya.</p>
<p>”dalam perbincangan itu, OKD menanyakan siapa yang telah menghapus file di komputernya yang ada dirumah. Tapi, entah itu benar ada yang menghapus filenya atau tidak saya tidak tau” tutur Dalu.</p>
<p>”Tapi, mungkin ada alasan yang lain. yaitu, tentang dana pensiun yang sangat kecil sekali dan dia merasa kecewa dengan hal itu. Karena dalam obrolan tadi, pak OKD juga membincangkan masalah dana pensiunya. Terang Dalu.</p>
<p>”OKD berkata kepada saya, tentang dana pensiun yang sangat kecil yaitu Cuma duaratus ribu mana cukup? tapi dalam hal itu saya tidak bisa memberikan solusi apa-apa tentang dana pensiun. karena, itu yang berwenangkan yayasan”. Jelas Dalu.</p>
<p>”Setau saya, OKD mengalami gangguan jiwa. maka Ketika menghadapi dia saat menodongkan pisau, ya..saya tidak takut, karena menghadapi orang seperti itukan harus tenang”. Tandasya.</p>
<p>Setelah selesai melakukan wawancara dengan pak Dalu, saya pamit kepada pak Dalu. sebelumnya, saya bertanya kepada pak Dalu, dimana letak kantor pak Handoko. Pak Handoko adalah Dekan Fakultas Tehnik Elektro.</p>
<p>”Kantornya ada di sebelah, samping ruang rapat”. Tutur Dalu.</p>
<p>Tujuan saya ingin bertemu dengan pak Handoko adalah untuk melakukan kroscek apakah kejadian tersebut benar. dan saya ingin mendapatkan informasi tentang apa tanggapan pak Handoko tentang kejadian tersebut.</p>
<p>Setelah keluar dari kantor pak Dalu, saya langsung menuju dimana kantor pak Handoko berada.</p>
<p>“Permisi pak” sapa saya pada pak Handoko yang terlihat sedang duduk di depan komputer.</p>
<p>“Oh… ya.. silahkan masuk!” jawab pak Handoko.</p>
<p>Setelah dipersilahkan masuk, saya langsung duduk berhadapan dengan pak Handoko.</p>
<p>”Bagaimana ada yang saya bisa bantu?” tanya pak Handoko.</p>
<p>“Begini pak, saya dari Scientiarum. maksud kedatangan saya kesini adalah ingin meminta informasi tentang dosen yang membawa pisau, maksud saya pak OKD ” tutur saya.</p>
<p>“Oh.. itu, ya saya memang mendengar tentang hal itu. namun, saya tidak melihat kejadian itu dengan pasti. karena saat kejadian tadi, saya sedang mengajar dikelas” jelasnya.</p>
<p>” Pak OKD memang telah mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 1993, dan dia juga pernah masuk rumah sakit jiwa berkali-kali” ungkapnya.</p>
<p>”Pak OKD juga pernah mengatakan, bahwa ada yang telah menghapus file komputernya. dan juga halusinasi yang lainnya. Namun, tidak pernah saya layani karena itu tidak logis. dan kalau saya layani nanti yang sebenarnya tidak logis itu siapa? Karena saya sudah tau bahwa pak OKD sudah mengalami gangguan jiwa.” terangnya.</p>
<p>Dalam percakapan saya dengan pak Dalu, saya sempat menanyakan masalah dana pensiunnya pak OKD. pak Handokopun mencoba menjelaskan dan bahkan sempat menelphone yayasan untuk menanyakan usulan yang diajukan oleh fakultas tentang dana pensiun pak OKD. Namun, saat pak Handoko menelphon, staff pekerja yayasan sedang istirahat siang.</p>
<p>”Kalau masalah dana pensiun, memang yang didapat oleh pak OKD itu sedikit. dan kami sudah pernah mengajukan ke pihak pimpinan Universitas, supaya pak OKD bisa diperlakukan seperti pensiun waktu penuh. dan secara prinsip, pimpinan Universitas sudah menyetujui dan tinggal di lanjutkan ke yayasan”. Jelasnya kembali.</p>
<p>Setelah melakukan wawancara dengan pak Dalu dan pak Handoko, saya langsung mebulisnya tanpa melalui konfirmasi terlebih dahulu kepada pak OKD. Memang dalam hal ini, saya tidak sempat berfikir apakah tulisan saya akan bermasalah atau tidak. Karena dalam tulisan tersebut tidak ada konfirmasi terlebih dakulu dengan pak OKD ataupun keluarganya.</p>
<p>Mungkin, ketidak mampuan saya berfikir tentang apakah tulisan itu akan bermasalah atau tidak, disebabkan oleh karena kurangnya saya dalam memahami kode-kode etik jurnalisme.</p>
<p>Selesai menuliskan berita tersebut, saya langsung menyerahkan tulisan itu kepada editornya Scientiarum yaitu Kiko. Keessokan harinya, tulisan yang sudah diedit oleh Kiko langsung diberikan kepadaku. Awalnya saya pengen menambahi berita tersebut dengan beberapa opini. namun, karena sudah terlanjur di edit jadi langsung saja saya menyerahkan tulisan itu kepada redaktur web Scientiarum yaitu Gunawan untuk memposting tulisan tersebut.</p>
<p>Tulisan tersebut saya beri judul ”Mantan dosen elektro diduga alami depresi” terlihat dari judul memang seolah-olah sangat menyudutkan pihak OKD. Apalagi di tambah dengan tidak adanya konfirmasi kepada OKD.</p>
<p>Meskipun, kebenaran bahwa OKD telah mengalami depresi di benarkan oleh beberapa pembaca. Bahkan salah satu alumni fakultas elektro yang juga alumni Scientiarum juga membenarkan bahwa OKD mengalami depresi.</p>
<p>Selang beberapa hari setelah tulisan tersebut di posting, banyak sekali komentar yang masuk. Dalam komentar tersebut, banyak sekali yang mengatakan bahwa berita tersebut kurang berimbang dan dinilai terlalu menyudutkan dan menjelekkan nama baik pak OKD.</p>
<p>Pada tanggal 3 Februari 2009, Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Elektro memberikan surat yang di tujukan ke Scientiarum. Surat tersebut berisikan permintaan pencabutan berita yang berjudul ”Mantan Dosen Elektro Diduga Alami Depresi”.</p>
<p>Dalam menanggapi surat tersebut, beberapa Staff Scientiarum melakukan perundingan untuk menurunkan berita tersebut. karena memang tulisan tersebut dinilai kurang berimbang dengan tidak adanya klarifikasi dengan pak OKD.</p>
<p>Akhirnya tulisan yang sudah di posting di web Scientiarum terpaksa di turunkan, meskipun dalam hal ini ada beberapa orang yang melarang tulisan itu diturunkan. namun, pihak pembaca yang meminta berita itu diturunkan lebih banyak ketimbang yang meminta berita itu tetap dipasang.</p>
<p>Semua itu memang kesalahan saya, karena dalam penulisan tersebut, saya tidak mengkonfirmasi kepada pak OKD terlebih dahulu. seharusnya sebagai penulis saya harus melakukan verifikasi kepada pak OKD sebelum tulisan itu di posting.</p>
<p>Saya jadi teringat oleh seorang wartawan sebuah media di solo, wartawan tersebut menuliskan profil Satria mantan pemimpin redaksi Scientiarum. dalam penulisan profil Tersebut, terdapat banyak kekeliruan. aku yakin kenapa dalam penulisan profil tersebut banyak kekeliruan, pasti karena wartawan tersebut tidak melakukan verifikasi kepada Satria. padahal seorang wartawan dalam membuat sebuah tulisan hendaknya harus melakukan disiplin verifikasi.</p>
<p>Tak lama setelah berita profil satria di muat di surat kabar tersebut, satria menulis di blognya dengan judul “cara Solopost menuliskan artikel profil”. dan setelah kejadian itu sang wartawan yang menuliskan artikel profil Satria mendapatkan skorsing karena kesalahannya.</p>
<p>Tanpa saya sadari, kejadian itupun telah saya lakukan. meskipun, kesalahan yang saya lakukan tak separah yang dilakukan oleh wartawan tersebut tapi biar bagaimanapun saya sama dengan wartawan solopost tersebut, sama-sama salah.</p>
<p>Saya sangat merasa malu dan tidak enak dalam hal ini. saya malu bukan karena apa, tapi karena sudah membuat citra Scientiarum yang selama ini telah di bangun oleh para alumni Scientiarum terutama mas Bambang menjadi rusak seketika.</p>
<p>Sepanjang sejarah berdirinya Scientiarum, baru kali ini menurunkan berita yang telah di posting. Dan hal itu dikarenakan oleh ulahku yang sembrono. Dan karena kesembronoanku aku merasa aku telah merusak citra Scientiarum yang selama ini telah dipercaya oleh banyak pembaca.</p>
<p>Saya memang sangat sembrono sekali dalam hal ini. Apalagi status saya di Scientiarum adalah seorang pemimpin redaksi.</p>
<p>Itulah mengapa pentingnya disiplin verifikasi perlu di lakukan dalam sebuah penulisan. Karena dalam melakukan sebuah penulisan hendaknya selalu mencakup kode-kode etik jirnalisme. Dan tanpa memahami kode-kode etik jurnalisme maka tulisan tersebut di anggap malakukan penyimpangan dalam kaidah jurnalisme.</p>
<p>Meskipun kejadian yang kita tuliskan adalah benar-benar ada, tapi sebagai penulis kita tetap perlu melakukan klarifikasi agar tulisan yang kita buat menjadi berimbang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=170&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2009/02/04/170/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Takut Bilang Cinta</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2009/01/10/aku-takut-bilang-cinta/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2009/01/10/aku-takut-bilang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 07:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali aku melihatnya, seingatku pada bulan desember. Aku bertemu dengannya di kantor Senat Mahasiswa Universitas Satya Wacana. menurutku dia itu sosok wanita yang cantik. Rambutnya pendek sebahu dan bibirnya seksi. Postur tubuhnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu tinggi, sayang sekali saat itu aku gak sempat berkenalan dengannya . Setelah kejadian itu aku tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=142&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama kali aku melihatnya, seingatku pada bulan desember. Aku bertemu dengannya di kantor Senat Mahasiswa Universitas Satya Wacana. menurutku dia itu sosok wanita yang cantik. Rambutnya pendek sebahu dan bibirnya seksi. Postur tubuhnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu tinggi, sayang sekali saat itu aku gak sempat berkenalan dengannya   .<span id="more-142"></span></p>
<p>Setelah kejadian itu aku tak pernah bertemu dengannya lagi, hal itu dikarenakan kampus sedang dilanda libur Natal. Hari-hariku selalu dilanda kebingungan.  karena aku selalu terbayang-bayang oleh wajahnya. Setiap hari aku merasa gelisah, kepengennya sich.. buru-buru masuk kuliah, terus ketemu dengan dia. </p>
<p>Sepertinya dia sosok wanita yang sesuai dengan kriteriaku. Hhmmmm&#8230;.:-? pede banget aku ini, yah&#8230;:D. mungkin karena aku gak pernah ngaca jadinya pede hehehhe&#8230;.:D, ah&#8230; tapi aku yakin aku gak bakal bisa mendapatkan cintanya. Sepertinya dia gak pantas punya pacar sejelek aku hehehheh&#8230;  </p>
<p>Akhirnya liburan usai juga, jadi seneng kampus bisa rame lagi. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Selama liburan aku merasa kesepian gak punya teman. Hari-hariku aku habiskan seorang diri di kantor Scientiarum. Sebelumnya aku memang pulang ke Jepara ke tempat eyangku, tapi aku bosan, disana suasana panas. </p>
<p>Meskipun liburan sudah selesai tapi kampus belum begitu rame. Sebagian besar mahasiswa yang datang ke kampus hanya untuk menyelesaikan urusan administrasi kuliahnya. Dengan tidak di sengaja aku bertemu dengannya lagi di gedung administrasi pusat, aku sempat kaget  karena saat itu dia jalan bertiga dan salah satu dari mereka adalah temenku namanya Sendy. Sendy itu cewek hitam manis keturunan Jawa-Ambon, aku cukup dekat dengan dia, karena dia juga temen kerjaku di majalah Scientiarum.</p>
<p>Wah&#8230; kebetulan banget. saat itu GAP (gedung administrasi pusat) terasa penuh dengan manusia. Yah, maklum menjelang semester baru. mahasiswa pada sibuk ngurusi administrasi. Aku sendiripun saat itu sedang super sibuk, karena pada waktu itu aku sedang ngurus transfer kuliah ke FISIPOL dan sebelumnya aku kuliah di FSM. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dia terlihat sangat cantik saat itu, dia juga terlihat sedikit sibuk mengurus kuliahnya. Aku menghampiri mereka, meskipun malu aku terus paksakan diri. Aku menepuk pundak Sendy.</p>
<p> ”hay Sen..”sapaku. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>”eh si buaya&#8230; ngapain?”  jawab Sendy mengejek. </p>
<p>Kebiasaan Sendy saat bertemu denganku adalah mengejekku,  aku sendiripun gak tau kenapa dia menjuluki aku buaya. Tapi gak papa mungkin dia akan bisa membantuku untuk mendapatkan cewek itu.</p>
<p>”eh Send&#8230; kenalin dung.. sama temenmu yang itu!” pintaku pada Sandi sambil menunjuk cewek itu dengan mulutku.</p>
<p>”ah&#8230;. males&#8230; kenalan aja sendir! Masak kenalan aja gak berenai!” jawab Sendy keras sampai-sampai cewek itu mendengarnya dan tersenyum. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Wah parah banget nich Sandy dimintai tolong begitu aja gak mau. Terpaksa untuk menghindar dari malu, aku beranikan langsung untuk berkenalan. Sebenarnya aku grogi sekali, tapi tak apa-apa semua itu butuh perjuangan. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>”hay.. nama kamu siapa?” tanyaku padanya sambil mengulurkan tangan. </p>
<p>”Bunga..” jawabnya senyum sambil menyambut uluran tanganku. </p>
<p>Setelah berkenalan dia langsung kembali beranjak mengurusi masalah kuliahnya. Aku masih saja berdiri sama Sendy dan satu temannya lagi cewek berpostur kurus dan berkaca mata yang gak aku kenal . Aku terus mendesak sendy untuk menjadi mak comblang, ”ayolah.. Sen..!” pintaku padanya. Tapi si Sendy cewek yang gak mudah untuk diajak kompromi mesti ngrayu-ngrayu kayak orang mau pinjem duit.  </p>
<p>Aku merasa kesal sama Sendy, karena setiap aku merayunya agar dia mau jadi mak comblang, aku selalu di cuekin. ”huh&#8230; dasar jelek.. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  ” gumamku dalam hati mengejek Sandy. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Karena si Sendy susah di rayu, aku langsung melanjutkan ngurusi kuliah maneh. Aku hanya bisa bergumam sepanjang ke sibukanku, ”asem si Sendy kon dadi mak comblang angel tenan”, ” wah&#8230; memang cantik si Bunga itu”, ”gimana caranya yah&#8230; bisa pacaran sama dia?”. semua itu adalah gumamku. </p>
<p>pucuk dicinta ulampun tiba, <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ungkapan yang pas sekali buatku saat itu. tidak di sengaja alias ora nyono-nyono, aku ketemu maneh cak. Aku bertemu lagi degannya di tempat dimana aku bertemu dengannya yang pertama. Disitu aku melihat dia sedang diskusi bersama dua orang anggota Senat. Ternyata mereka sedang sibuk diskusi membahas tentang pemilihan rektor UKSW mendatang. Wah&#8230; diskusi nich&#8230;  itu adalah kesukaanku tanpa basa-basi aku langsung ikut gabung dan ikut diskusi. Aku nerocos aja ikut diskusi biar kelihatannya pinter padahal asline rak mudeng hahahhahaha&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat diskusi dia ikut ambil suara, wah&#8230; ternyata tak Cuma cantik tapi juga pinter cuy.. pinter nerocos kayak aku hahahhahhah&#8230;.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  selesai diskusi aku langsung ngandang di kantor Scientiarum biasa.. ngeneeet. aku melihatnya berjalan keluar, wuih&#8230;edian ayune&#8230;ucapku sambil garuk-garuk kepala. </p>
<p>Wuuuuaaaahhh&#8230;. mulutku menguap <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) , ngopi ke kafe ah&#8230;. aku langsung keluar dari kantor Scientiarum menuju kafetaria. Baru menginjakkan kaki di pintu masuk kafe mataku sudah kembali melihat Bunga. ”Hmmm&#8230; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' />  memang nasib kalau lagi mujur” gumamku dalam hati.</p>
<p>aku tidak langsung menyamperinya, aku masih meneruskan niatku untuk minum kopi. Aku membeli kopi dan sebatang rokok jarum super. Usai menyalakan api rokok aku langsung menyamperinya, belum aku duduk Sendy langsung melontarkan pertanyaan. </p>
<p>”yog ada bawa majalah nggak? ni si Bunga mau beli”.  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;ada&#8221; jawabku sambil duduk di samping Bunga.</p>
<p>&#8220;aku beli dung&#8230;&#8221; pinta bunga memandangku senyum.</p>
<p>&#8220;ok&#8221; jawabku sambil mengedipkan sebelah mata pada bunga.</p>
<p>&#8220;berapa?&#8221; tanya bunga yang masih saja memandangiku.</p>
<p>&#8220;murah kok.. cuma limaribu aja..&#8221; jawabku senyum.</p>
<p>Bunga langsung mengeluarkan uang limaribu dari dompetnya dan diberikannya padaku. seketika itu juga dia langsung membuka majalah dan membacanya. sesekali aku dan bunga melakukan tanya jawab tentang artikel yang di bacanya. Bunga membaca sebuah artikel yang ditulis oleh Satria tentang Jas Merah Satya Wacana.</p>
<p>Hmmm&#8230;  memang perfect ni cewek, udah cantik (buatku), asyik, pinter, suka baca lagi.. mualai dari situ aku mulai merasa benar-benar jatuh cinta padanya. Aku mulai berhayal tinggi, sampai-sampai kayalku serasa sampai kelangit ke tujuh. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tak lama kami berempat saling bercakap-cakap, mereka bertiga pulang ke kostnya Bunga buat ngerjain tugas laporan kerja praktik milik si Sandy. Akupun ikut beranjak dari kafe dan mbalek lagi ke Scientiarum. </p>
<p>Aku menginap di Scientiarum, karena aku malas sekali pulang ke kost. Di Scientiarum aku di temani oleh Daniel wartawan Scientiarum dan Bejo anggoa Senat. </p>
<p>Pagi aku sudah nongkrong lagi di kafe lagi, biasa Cuma buat ngopi. Sebagai mahasiswa kere, pagi itu aku ngutang segelas kopi dan sebatang rokok jarum di kafe langganan (langganan utang kalo pas kere) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Dompetku terlihat tipis karena isinya Cuma sepuluh ribu tok. sambil nunggu trasferan uang dari ortu yang katanya mau di transfer hari itu juga aku nongkrong aja di kafe meskipun kadang merasa kepengen kalo melihat orang lagi makan. </p>
<p>Suara Sandy memanggilku, ”Yog..” aku langsung menengok kebelakang. ternya Sandy dan Bunga juga ada di kafe, awalnya aku tak melihatnya karena aku berlawanan arah dengannya. Aku langsung menyamperinya dan duduk di samping Bunga yang sedang menikmati segelas jus stowbary.  </p>
<p>Hujan turun deras sekali, bak air tumpah dari langit. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' />  Aku masih saja duduk disamping Bunga sambil memandangi hujan. Bungapun ikut memandangi hujan. Sendy sendiri sedang asyik menikmai Indomie goreng telur di depanku. </p>
<p> ”wah&#8230; jadi keinget waktu aku mengatakan cinta pada cewekku dulu” kataku pada Bunga. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p> ”masak sich&#8230; pas ujan-ujan begini?” <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p> ”trus.. di terima ?” tambahnya. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' /> </p>
<p> ”yah.. waktu itu ujan deres banget, aku mengatakan cintaku padanya ditengah lebatnya hujan dan dia menerimaku” jawabku mengingat. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' /> </p>
<p>”wah hebat banget&#8230;. eh tapi kalu di tolak kamu gimana?”  <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>”yah.. aku tinggal aja biar kehujanan heeheh” jawabku sambil tertawa. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aku dan Bunga terlihat asyik ngobrol, tiba-tiba tangannya menunjuk keluar ”lihat Yog!” mataku langsung melihat keluar ternyata Bunga menunjuk dua orang cewek-cowok yang yang mengenakan satu payung di tengah lebatnya hujan. </p>
<p> ”romantis ya” ungkap Bunga senyum. </p>
<p>”pasti&#8230; seperti itu ya kamu dulu?” tanya Bunga. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>”ya” jawabku singkat. </p>
<p>Saat itu aku merasa cintaku pada Bunga mengelora,  aku ingin sekali mengatakan kalau aku cinta sama dia.  Tapi aku tak punya keberanian untuk itu, aku takut sekali kalu dia menolakku. Aku hanya memendam rasa cintaku yang sebenernya pengen meledak. Aku hanya berkata dalam hati ”mungkin lain kali saja aku ungkapkan cintaku padanya”. </p>
<p>Setelah kejadian itu, aku dan Bungan terlihat akrab. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Oleh sebab itu aku takut merusak hubungan itu karena sebuah ungkapan cinta. Dan aku pikir, mencintai kan tidak harus memiliki. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=142&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2009/01/10/aku-takut-bilang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GUNDAHKU&#8230;..</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2009/01/04/gundahku/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2009/01/04/gundahku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:18:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[kubentangkan sayapku dan akan terbang tinggi mengitari dunia fana Scientiarum, sebuah majalah yang aku kenal sejak mei 2008 lalu. Aku cukup merasa senang bergabung dengan media ini, banyak hal yang aku dapat dari media ini. Aku bisa belajar menulis, banyak teman, bahkan aku bisa dikenal banyak orang melalui media ini. Cukup banyak pengetahuan yang aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=81&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://photos-098.friendster.com/e1/photos/89/05/53305098/1_979388735m.jpg" /><br />
kubentangkan sayapku dan akan terbang tinggi mengitari dunia fana</p>
<p>Scientiarum, sebuah majalah yang aku kenal sejak mei 2008 lalu. Aku cukup merasa senang bergabung dengan media ini, banyak hal yang aku dapat dari media ini. Aku bisa belajar menulis, banyak teman, bahkan aku bisa dikenal banyak orang melalui media ini.<span id="more-81"></span></p>
<p>Cukup banyak pengetahuan yang aku dapat dari media ini. Awalnya aku tertarik dengan media ini karena aku suka menulis. Dan aku banyak belajar dari media ini ketimbang aku belajar di Fakultasku.</p>
<p>Selama aku bermahasiswa di Fakultas Sains dan Matematika, aku merasa aku ini tidak dapat apa-apa. padahal aku sudah bermahasiswa selama satu tahun lebih. Tapi, sekarang ini aku masih plonga-plongo tidak tau apa-apa. bahkan, saat ditanya nama kimia dari NH4 dengan terbata-bata aku menjawab.</p>
<p>Sungguh ironis bukan, ketika mahasiswa jurusan kimia tapi di tanya senyawa kimia tidak tau. Semua itu karena kegoblokanku, aku sangat malas sekali menyentuh yang namanya buku. dasar mahasiswa pekok&#8230; pengen pinter tapi males baca! Itu mungkin ejekan yang pas buatku.</p>
<p>Pernah di suatu malam, aku dan Satria pergi kekostnya mas Bambang yang berada di Jl. Kauman. Aku di ejek habis-habisan sama Adi Kriting dia itu mantan mahasiswa Fakultas Elektro dan sekarang bekerja menjadi wartawan di Suara Merdeka. Aku malu dan sangat malu sekali saat itu. Tapi, aku tidak bisa apa-apa pada saat itu. karena ejekan yang dilontarkan Adi memang pas buatku.</p>
<p>Saat itu aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa diam dan merenung sambil sesekali meneguk seperempat gelas vodka, yang kata Adi minuman bikin tambah pinter heheheh&#8230; (kalau mabuk jadi pinter ngoceh maksudnya)</p>
<p>Dari situ aku mulai bangkit dari kematian (mati dari kepekok,an). Aku mulai belajar untuk suka membaca, membaca apa saja sekiranya itu penting bagiku. Selain itu, aku mau membaca karena aku tidak mau jadi wartawan pekok yang sempit wawasannya.</p>
<p>Aku memang banyak menulis tapi tulisan-tulisan yang aku hasilkan tak ada yang bermutu, seperti yang kalian lihat di blogku ini. ”Wes jan blas gak mutu&#8230;” mungkin itu perkataan yang keluar dari setiap orang yang membaca blogku.</p>
<p>Terus terang aku pengen punya tulisan yang sedikit berkualitas seperti punya <a href="http://satria.anandita.net/index.php">Satria</a> atau teman-temanku yang lain di Scientiarum. </p>
<p>Aku tak pernah patah semangat, terus saja aku menulis. ”rak bermutu yo ben..” pikirku saat ini yang penting aku serius belajar menulis.</p>
<p>Saat ini aku jadi pemimpin redaksi di Scientiarum. Masih saja aku berfikir ”apakah aku ini pemimpin pekok? karena aku adalah wartawan pekok!”.</p>
<p>Namun, disaat yang seperti ini aku tidak mau menjadi seorang yang pekok lagi. Aku akan berusaha untuk tidak menjadi pemimpin yang pekok. Karena aku menggendong tanggung jawab yang besar di Scientiarum.</p>
<p>Aku talah menggantikan tanggung jawab Satria di Scientiarum. Teman-teman menunjukku untuk menggantikan Satria menjadi pemimpin redaksi.</p>
<p>Aku baru resmi menjadi pemimpin redaksi di Scientarum per januari 2008. pada malam tahun baru dulu, aku sempat berbincang dengan Satria membahas kondisi Scientiarum saat ini. Dari perbincangan itu, aku dikagetkan dengan perkataan Saria yang mengatakan ”aku mau keluar dari Scientiarum dan mulai perjanuari nanti aku tidak mau namaku ada di masthead Scientiarum”.</p>
<p>Aku menghela nafas panjang dan mulai berpikir, bagaimana kalo itu benar akan terjadi, apakah aku mampu memimpin Scientiarum tanpa orang seperti dia?. Sebenarnya aku masih butuh Satria di saat kondisi Scientiarum yang menurut saya sedang sakit.</p>
<p>Aku tak tau persisnya mengapa satria memutuskan seperti itu. Aku hanya menerawang jauh dengan tatapan kosong sambil berfikir ”apakah ini tanda-tanda kehancuran untuk Scientiarum?” tidak&#8230; aku tidak mau Scientiarum berakhir sampai di sini. Scientiarum memang sedang dilanda kekacauan interennya tapi aku ingin terus membangkitkan Scientiarum.</p>
<p>Sejujurnya aku masih butuh bimbingan dari Satria untuk menjadi pemimpin yang baik. Karena bagiku Satria adalah pemimpin yang baik di Scientiarum. Karena dia mampu membuat perubahan besar di Scientiarum.</p>
<p>Aku masih sedikit merasa tenang, karena masih ada Kiko dan mas Bambang mereka berdua adalah seniorku di Scientiarum juga di tingkat mahasiswa. Mungkin, mereka berdua bisa membimbingku untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Apalagi mas Bambang juga mantan pemimpin redaksi sebelum Satria.</p>
<p>Kembali aku di buat gundah. pada 3 Januari kemarin aku mendapatkan SMS dari Prita yang isinya tentang pengunduran diri. Prita adalah mahasiswi FKIP-PGSD. dia wartawan baru di Scientiarum, hasil reportasenya cukup bagus, mungkin karena dia selalu di bimbing oleh mas Bambang saat magang dulu.</p>
<p>Aku tak tau penyebab yang pasti kenapa Scientiarum terasa lemah sekali dalam organisasi. tapi biarlah kalau memang itu kemauan mereka, aku hanya ingin membangkitkan Scientiarum dengan kemampuan yang aku miliki.</p>
<p>Sebagai seorang pemimpin di Scientiarum, aku ingin menjadikan wartawan Scientiarum benar-benar belajar dengan sungguh-sungguh. Aku tidak ingin wartawan Scientiarum hanya di jadikan status belaka. Tapi, benar-benar seorang wartawan yang hebat dan bukan sebagai wartawan pekok.</p>
<p>Aku akan berusaha sekuat mungkin dan akan meneruskan perjuangan Satria dan mas Bambang. Karena, bagiku mereka bukanlah wartawan pekok tapi benar-benar wartawan yang profesional. Akan aku terapkan misi Scientiarum menggali dan mewartakan pengetahuan seluas-luasnya dengan prinsip-prinsip jurnalisme yang benar. agar wartawan Scientiarum tidak menjadi wartawan pekok tapi menjadi wartawan yang profesioal. </p>
<p>Yah&#8230; semoga saja aku bisa memimpin Scientiarum dengan baik. Meskipun terkadang merasa berat tapi aku yakin aku bisa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=81&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2009/01/04/gundahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-098.friendster.com/e1/photos/89/05/53305098/1_979388735m.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Kegiatan Study Banding</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2009/01/02/cerita-kegiatan-study-banding/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2009/01/02/cerita-kegiatan-study-banding/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 06:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[SALATIGA- Jurnal Akademika Universidade Da Paz Timor Leste datang ke kampus Satya Wacana guna study banding dengan lembaga pers mahasisiwa Scientiarum Universitas Kristen Satya Wacana. Team Jurnal Akademika tiba di Salatiga pada hari rabu (3/12/08) dengan beranggotakan WR IV Universidade Da Paz Adolmando Amaral, Direktur Utama Jurnal Akademika Quintiliano Soares, satu orang Editor dan satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=75&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SALATIGA- Jurnal Akademika Universidade Da Paz Timor Leste datang ke kampus Satya Wacana guna study banding dengan lembaga pers mahasisiwa Scientiarum Universitas Kristen Satya Wacana.</p>
<p>Team Jurnal Akademika tiba di Salatiga pada hari rabu (3/12/08) dengan beranggotakan WR IV Universidade Da Paz Adolmando Amaral, Direktur Utama Jurnal Akademika Quintiliano Soares, satu orang Editor dan satu orang Reporter Frederica Jacinta.<span id="more-75"></span></p>
<p>Sebelum mereka datang ke Satya Wacana beberapa hari sebelumnya Jurnal Akademika telah mengirimkan surat permohonan Study Banding dengan media Scientiarum yang ditujukan kepada Rektor UKSW.</p>
<p>Kedatangannya di kampus Satya Wacana mendapatkan sambutan dari WR III Umbu Rauta di depan gedung F kampus satya wacana pada sabtu (6/12/08).</p>
<p>Dalam sambutan tersebut Umbu mengatakan alangkah baiknya namanya bukan study banding tetapi study bersama. Karena orang berfikir biasanya study banding itu orang yang datang dianggap lebih bodoh sedangkan media yang di datangi lebih pintar begitu juga sebaliknya dan sebenarnya itu tidak benar, maka dari itu lebih baik namanya di ganti study bersama saja. Tuturnya.</p>
<p>”saya sangat mengapresiasi atas kedatangan para jurnalis dari UNPAZ untuk study bersama, mungkin UNPAZ dan Scientiarum bisa saling belajar barsama. Meskipun UNPAZ berada di negara yang masih baru belum tentu meraka lebih bodoh dan juga Scientiarum berada di Universitas yang sudah 53 tahun belum tentu lebih pintar maka dari itu mereka bisa saling belajar”. Tambah Umbu</p>
<p>Saya berharap setelah kegiatan study bersama ini Scientiarum ataupun UNPAS bisa mendapat wawasan yang lebih luas dalam dunia pers. Tandasnya.</p>
<p>Quinti Direktur Utama Jurnal Akademika menuturkan beberapa alasannya memilih Scientiarum sebagai tempat study banding diantanya adalah:<br />
1. UKSW dan UNPAZ sudah ada hubungan kerja dalam bidang kemahasiswaan karena banyak mahasiswa Pasca Sarjana UKSW berasal dari UNPAZ.<br />
2. Jurnal Akademika mendengar bahwa Scientiarum medianya cukup bagus dan juga berpengaruh di lingkungan kampus Satya Wacana.<br />
3. Ingin belajar tentang media Scientiarum.</p>
<p>Semoga hasil dari study banding ini dapat di terapkan di jurnal akademika UNPAZ Timor Leste selain itu juga semoga dengan kegiatan study banding ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman di dunia jurnalis. Dan semoga dengan study banding ini dapat menjalin hubungn baik antara media Scientiarum dengan Japaz sebab kerjasama bilateral UNPAZ dengan UKSW telah menjalin hubungan baik. Harap Quinti.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=75&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2009/01/02/cerita-kegiatan-study-banding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Singkong</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2008/12/28/anak-singkong-cerpen/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2008/12/28/anak-singkong-cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 01:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Sore telah tiba, ketika itu matahari sudah beranjak kembali pulang ke timur. meskipun sang surya belum sempurna menghilang di ufuk timur tapi cahayanya sudah tak sedahsyat saat ia berada di atas ubun-ubun. seorang tua yang tak memakai baju mengenakan topi berbentuk kerujut, masih terasa semangat mengayunkan cangkulya. tak jauh darinya terlihat anak yang masih begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=5&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore telah tiba, ketika itu matahari sudah beranjak kembali pulang ke timur. meskipun sang surya belum sempurna menghilang di ufuk timur tapi cahayanya sudah tak sedahsyat saat ia berada di atas ubun-ubun.</p>
<p>seorang tua yang tak memakai baju mengenakan topi berbentuk kerujut, masih terasa semangat mengayunkan cangkulya. tak jauh darinya terlihat anak yang masih begitu muda mungkin seumuran denganku.<span id="more-5"></span></p>
<p>Wajahnya terlihat kusam karena selalu sering tersengat oleh sang surya. ia terlihat sedang beristirahat, sepertinya ia sudah lelah mencangkul seharian. badanya sedikit terlihat kekar, namu di sore itu tenaga yang di miliki tak lagi sekekar badannya.</p>
<p>Aku masih saja memandangi kedua insan yang sedang mengolah lahan pertaniannya. anak muda itu terlihat sangat lama sekali tak bangkit dari duduknya, tangannya terlihat mengepal-ngepal tanah seperti membuat bola kasti. sedangkan bapaknya terlihat masih giat mencangkul meskipun kadang terlihat berdiri sejenak untuk merenggangkan punggungnya.</p>
<p>Aku berjalan mendekati kedua orang itu, karena sebelumnya aku hanya memandangi mereka dari belakang rumahku dan berjarak kuranglebih 300 meter. seorang tua itu tak melihatku yang sedang mendekatinya, namun anak muda itu terlihat penuh tanya dimatanya. aku sedikit membaca pertanyaan yang terlihat dimatanya.</p>
<p>Ia bingung dalam hatinya berkata &#8220;mau ngapain ini orang?&#8221;.tangannya masih saja mengepal-ngepal tanah di bentuknya bulat. aku mulai membuka mulutku untuk menyapa orang tua tersebut,&#8221;mau di tanami apa pak?&#8221; tanyaku padanya. orang tua itu terlihat sedikit kaget seteleh mendengarsuaraku Iapun menegakkan badannya dan menoleh padaku. &#8220;mau di tanami singkong dek!&#8221; jawabnya.</p>
<p>Kemudian aku bercakap-cakap dengannya. rupanya mereka dari desa sebelah dan tanah yang digarapnya adalah tanah yang disewanya dari pak Tukino orang yang punya banyak tanah di desaku.</p>
<p>Bapak itu namanya pak Sakri sedangkan anaknya bernama Izal. &#8220;orang seperti kami ini kalau tidak menyewa lahan ya tidak bisa bertani dek&#8230; karena tidak punya lahan sendiri&#8221; ujarnya sedikit sedih. aku sendiri hanya mengangguk-angguk saja. pak Sakri masih terus memberi tahuku tentang kesusahan keluarganya. &#8220;kami ini wong cilik, wong kere dek.. saya juga orang bodoh saya ini gak pernah sekolah&#8230;&#8221; tuturnya sambil tersenyum.</p>
<p>&#8220;biasanya kalau panen singkong di jual apa di makan sendiri pak?&#8221; tanyaku seolah wartawan yang sedang meminta informasi yang sangat penting dari narasumbernya. &#8220;yah sebagian di jual sebagian lagi di makan sendiri di buat nasi tiwol&#8221; jawabnya sambil tertawa yang terlihat beberapa giginya terlihat sudah lepas. </p>
<p>&#8220;yang dijual buat membayar sewa sama buat membeli kebutuhan lain, kalau nasinyakan sudah tidak usah beli karena bisa makan nasi tiwol&#8221; tambahnya.(nasi tiwol adalah nasi yang dibuat dari singkong)</p>
<p>Terdengan suara yang berasal ari ananknya &#8220;pak ayo pulang sudah sore!&#8221;. memang saat itu suasana terlihat sedikit gelap karena sang surya sudah menghilang di ufuk timur dan yang ada hanya sisa-sisa sinarnya. akupun berpamitan dengan mereka dan aku kembali pulang kerumah.</p>
<p>Sesampai dirumah aku langsung mandi karena badanku terasa sudah lepek. perutku terasa lapar, sedangkan ibuku masih belum selesai menggoreng ikan yang dibelinya di pasar yang tak jauh dari rumah.</p>
<p>Aku duduk di kursi makan sambil memandangi ibuku yang sedang menggoreng ikan. &#8221; buk nasi tiwol itu enak gak si?&#8221; tanyaku pada ibu karena terus terang aku masih penasaran dengan yang namanya nasi tiwol. &#8220;nasi tiwol itunasi yang di buat dari singkong, dulu waktu ibu masih kecil ibu dan keluarga sering makan nasi tiwol ya.. karena memang pada saat itu keadan masih susah..&#8221;jawab ibu yang sedikit mencoba menerangkan padaku.</p>
<p>&#8220;kamu tau dari mana nasi tiwol?&#8221; tanya ibu kembali. &#8220;tadi sore aku melihat seorang bapak yang sedang mencangkul dan aku bertanya mau ditanam apa? dan buat apa?. dan bapak itu menjawab mau di tanami singkong, dan untuk dimakan di jadikan nasi tiwol&#8221; jawabku pada ibu menerangkan kemali percakapanku sore tadi dengan pak Sakri.</p>
<p>Setelah makan aku masih saja teringat dengan penjelasan ibuku bahwa dulu keluarga nenek juga sering makan nasi tiwol saat masih susah. lalu yang menjadi pertanyaan saya adalah apa kehidupan pak sakri juga sangat susah sehingga keluarga mereka harus makan nasi tiwol.sekarangkan negara sudah merdeka masak masih ada masyarakat yang susah pikirku.</p>
<p>Keesokan harinya aku diantarkan ibu berangkat sekolah, saat itu aku masih kelas dua SMP. aku melihat pak Sakri dan anknya Izal berjalan sambil menenteng cangkul dan bekal menuju ladang kemarin. aku bertanya dalam hati &#8220;lho Izal kok tidak sekolah?&#8221; tapi kendaran motor yang dikendarai ibu terus melaju membuatku tak banyak berfikir tentang Izal.</p>
<p>Sepulang dari sekolah aku langsung berjalan ke belakang rumah. niatku untuk bertanya kepada pak Sakri dan Izal kok tidak sekolah. terlihat pak Sakri dan Izal sedang beristirahat di bawah pohon mereka sedang makan siang rupanya akupun menghampiri mereka. &#8220;pak Sakri&#8221; sapaku padanya. &#8220;lho dek mari kesini ikut makan&#8221; ajak pak Sakri sambil memberikn tempat buatku disampingnya.</p>
<p>Akupun duduk disampingnya mereka terlihat sangat lahap memakan bekalnya &#8220;ini yang namanya nasi tiwol!&#8221; ungkap pak Sakri. akupun ikut mencicipi nasi tiwol sedikit karena sebelumnya aku sudah makan di rumah. rasanyapun cukup enak dan lebih kenyal dari nasi.</p>
<p>Sambil mereka makan aku mulai bertanya pada Izal. &#8220;kamu kok tidak sekolah zal?&#8221;pak Skri menjawab menyerobot &#8221; gak ada biaya dek makanya Izal tidak sekolah, anak singkong seperti Izal mana mungkin bisa sekolah dulu dia sempat sekolah tapi karena tidak punya uang buat bayar ya&#8230; terpaksa berhenti&#8221; jawab pak sakri sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya. &#8220;sebenarnya si kepingin tapi gak ada biaya..&#8221; tambah Izal. akupun hanya diam dan tidak bertaya-tanya lagi.</p>
<p>Ungkapan anak singkong yang digunakan pak Sakri bermakana anak petani singkong. setelah kejadian itu pak Sakri dan Izal terlihat sangat jarang datang ke ladang itu. toh kalaupun datang mereka hanya sebentar saja mungkin hanya menegoki tanaman singkongnya lalu pulang. padahal aku masih ingin bertanya-tanya dan ngobrol sama mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=5&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2008/12/28/anak-singkong-cerpen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KARI SALATIGA TOLAK KENAIKAN HARGA BBM</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2008/11/30/kari-salatiga-tolak-kenaikan-harga-bbm/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2008/11/30/kari-salatiga-tolak-kenaikan-harga-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 16:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Yoga Prasetya SCIENTIARUM/SATRIA A. NONOPUTRA Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM berunjuk rasa di bundaran Tamansari, Salatiga. SALATIGA— Rabu, 21 Mei 2008, Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM (KARI) Salatiga, yang terdiri dari LK UKSW, LMND Salatiga, BEM STIE AMA, GMKI Salatiga, Komunitas Anak Jalanan Salatiga, Yayasan Percik, dan Becikke Seduluran Saklawase (BSS), melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=53&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh <a title="Posts by Yoga Prasetya" href="http://scientiarum.com/author/yoga/">Yoga Prasetya</a></p>
<p><img src="http://scientiarum.com/img/demo-bbm-salatiga-mei-2008b.gif" alt="Demo BBM Salatiga Mei 2008" /><br />
SCIENTIARUM/<a href="http://scientiarum.com/author/satria/">SATRIA A. NONOPUTRA</a><br />
Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM berunjuk rasa di bundaran Tamansari, Salatiga.</p>
<p>SALATIGA— Rabu, 21 Mei 2008, Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM (KARI) Salatiga, yang terdiri dari LK UKSW, LMND Salatiga, BEM STIE AMA, GMKI Salatiga, Komunitas Anak Jalanan Salatiga, Yayasan Percik, dan Becikke Seduluran Saklawase (BSS), melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.<span id="more-53"></span> Unjuk rasa ini adalah tindak lanjut dari diskusi di tenda keprihatinan sehari sebelumnya.</p>
<p>Mereka melemparkan tuntutan menolak kenaikan harga BBM, nasionalisasi industri pertambangan asing, dan perubahan APBN yang lebih berpihak kepada rakyat. Mereka berpendapat, selama ini pemerintah tidak pernah memberikan kesejahteraan untuk rakyat, namun justru menindas. Dan kenaikan harga BBM bukanlah solusi yang tepat untuk menutup defisit APBN karena beban subsidi BBM pascakenaikan harga minyak dunia.</p>
<p>Sebelum turun ke jalan, para pengunjuk rasa masuk ke dalam areal kampus UKSW untuk pencarian massa. Massa aksi yang dipimpin Syalom Pasau dari LMND Salatiga mengajak para mahasiswa UKSW untuk bergabung menolak kenaikan harga BBM. Sayangnya, tidak ada mahasiswa yang mau bergabung. Padahal, UKSW mendukung sepenuhnya aksi tersebut dengan memberikan ijin absen bagi mahasiswa yang hendak ikut namun ada kuliah.</p>
<p>Menurut Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa UKSW, Noviani, alasan mengapa tidak ada mahasiswa UKSW yang mau ikut dalam aksi tersebut adalah tingkat kesadaran mereka yang sangat kurang terhadap keadaan yang terjadi di lingkungan sekitar. Mereka lebih asyik nongkrong di kafe ketimbang ikut unjuk rasa.</p>
<p>Massa aksi pun akhirnya turun ke jalan dengan jumlah sekitar 70 orang. Mereka berjalan kaki dari kampus UKSW di jalan Diponegoro menuju bundaran Tamansari, sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan makian untuk para pejabat pemerintah. Hal ini sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas selama sekitar setengah jam.</p>
<p>Orasi dilakukan di bundaran Tamansari. Perwakilan dari masing-masnig elemen pun tampil.</p>
<p>Seorang perwakilan dari BSS mengungkapkan, “Oknum pemerintah tidak bertanggungjawab dan pemerintah membuat rakyat semakin terengah-engah.” BSS juga menolak BLT karena, menurut mereka, BLT bukanlah “bantuan langsung tunai” tapi “bantuan langsung telas.”</p>
<p>Dalam orasi tersebut juga sempat hadir Ahmadi, anggota DPRD Salatiga dari fraksi PAN. Ahmadi turut berorasi menolak kenaikan harga BBM.Jika pemerintah tidak mampu selesaikan masalah (kenaikan harga BBM — Red), maka sebaiknya pemerintah turun saja dari jabatanya,” seru Ahmadi.</p>
<p>Ahmadi juga ikut menandatangani pernyataan sikap KARI Salatiga yang isinya menolak kenaikan harga BBM.</p>
<p>Selain Ahmadi, anggota DRPD lain yang turut berorasi adalah Sarwono dari fraksi Partai Golkar. Ia pribadi mendukung aksi tersebut dan mengatakan bahwa pemerintah harus mencari solusi lain dalam masalah kenaikan harga BBM. Sarwono juga mau menandatangani pernyataan sikap seperti dilakukan Ahmadi.</p>
<p>Ketika orasi berlangsung, VW Safari kuning yang ditumpangi Sri Sultan Hamengkubuwana X dan John Manuel Manoppo, Walikota Salatiga, sempat dua kali melintas di depan massa aksi. Namun massa tak mampu menghentikan laju kendaraan tersebut, karena pengawalan ketat pihak kepolisian. Padahal, saat persiapan aksi di tenda keprihatinan, KARI Salatiga berharap mampu meminta Hamengkubuwana untuk turut menandatangani pernyataan sikap menolak kenaikan harga BBM.</p>
<p>Karena gagal mendapatkan tandatangan Hamengkubuwana di jalan, akhirnya massa bergerak menuju Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga guna bertemu dengan Hamengkubuwana, yang saat itu menghadiri Sarasehan Kebangsaan. Namun usaha mereka tidak berhasil karena tidak diperbolehkan masuk oleh aparat kepolisian dan pihak panitia kegiatan. Pihak panitia bahkan mengutarakan bahwa aksi tersebut sudah menggangu ketenangan acara yang berlangsung. Akhirnya, massa pun meninggalkan GPD dengan kecewa dan kembali menuju kampus UKSW.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=53&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2008/11/30/kari-salatiga-tolak-kenaikan-harga-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://scientiarum.com/img/demo-bbm-salatiga-mei-2008b.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Demo BBM Salatiga Mei 2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GANDUM PEDULI HARGA BBM</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2008/11/30/gandum-peduli-harga-bbm/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2008/11/30/gandum-peduli-harga-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 16:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[SALATIGA— Beberapa fakultas UKSW, bersama dengan masyarakat, menggelar aksi peduli kenaikan harga BBM sejak Sabtu, 31 Mei 2008. Mereka adalah Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Teknologi Informasi (FTI), dan Fakultas Sains dan Matematika (FSM). Sedangkan elemen yang berasal dari masyarakat adalah karang taruna kelurahan Mangunsari, serta beberapa lembaga mitra dan relawan. kegiatan tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=51&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SALATIGA— Beberapa fakultas UKSW, bersama dengan masyarakat, menggelar aksi peduli kenaikan harga BBM sejak Sabtu, 31 Mei 2008. Mereka adalah Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Teknologi Informasi (FTI), dan Fakultas Sains dan Matematika (FSM). Sedangkan elemen yang berasal dari masyarakat adalah karang taruna kelurahan Mangunsari, serta beberapa lembaga mitra dan relawan.</p>
<p>kegiatan tersebut dikatakan bahwa UKSW memandang perlu menyelenggarakan aksi melalui penyebaran selebaran hemat BBM dan penjualan bubur dan dawet gandum hasil produksi bangsa sendiri (bukan impor) dengan harga murah (Rp 500 per mangkok). Tujuannya, memberikan pendidikan sosio-kultur masyarakat dalam menyikapi kenaikan harga BBM. Selain itu, juga memberikan solusi kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin, dalam memenuhi kebutuhan pangan.<span id="more-51"></span></p>
<p>Aksi ini berlangsung hingga 1 Juni 2008. Mereka mendirikan stan penjualan di dua titik, yakni depan kampus UKSW dan depan kantor kelurahan Mangunsari lama.</p>
<p>Aksi ini didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Selaku penanggungjawab adalah direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UKSW. Sedangkan yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana adalah Danar Pramonosidhi, dosen Fakultas Pertanian UKSW.</p>
<p>“Tema (aksi) tersebut hanya spontanitas supaya masyarakat tertarik. Dan, kebetulan saja, isu yang lagi marak yaitu isu BBM, maka isu itu yang kita angkat,” ujar Danar.</p>
<p>Kendati demikian, “Sebenarnya inti utamanya adalah memperkenalkan gandum hasil pertanian UKSW kepada masyarakat luas, karena UKSW merupakan penghasil gandum terbaik dan terbanyak se-Indonesia,” imbuh Danar.</p>
<p>Proses pembuatan bubur dan dawet gandum dilakukan langsung di stan penjualan. “Karena prosesnya mudah dan gak ribet,” jelas Marta dari karang taruna kelurahan Mangunsari.</p>
<p>Bubur gandum yang sudah matang dijual dengan harga Rp 500 per mangkok, dan hasil penjualannya akan dimasukkan ke kas karang taruna kelurahan Mangunsari.</p>
<p>Aksi peduli kenaikan BBM ini kurang mendapat perhatian dari mahasiswa dan masyarakat. Hal ini sangat disayangkan Danar. “Kegiatan ini kurang mendapat respon dari mahasiswa sendiri dan masyarakat Salatiga pada umumnya. Padahal sudah mengoar-ngoarkan kalau mau ada aksi ini,” keluh Danar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=51&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2008/11/30/gandum-peduli-harga-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMILIHAN KETUA SENAT UKSW 2008</title>
		<link>http://zoegha.wordpress.com/2008/11/30/pemilihan-ketua-senat-uksw-2008/</link>
		<comments>http://zoegha.wordpress.com/2008/11/30/pemilihan-ketua-senat-uksw-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 15:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zoegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zoegha.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[SALATIGA— Pada 29 Juli 2008, Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) menggelar kampanye terbuka pemilihan Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (SMU) periode 2008/2009 di taman depan Balairung Universitas. Ketiga kandidat berkampanye dengan tema masing-masing dan menyampaikan visi-misi mereka, yang sehari sebelumnya sudah disampaikan melalui siaran langsung XT FM 107,7 MHz. Titus Yurial Kurnianto adalah kandidat dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=49&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SALATIGA— Pada 29 Juli 2008, Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) menggelar kampanye terbuka pemilihan Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (SMU) periode 2008/2009 di taman depan Balairung Universitas. Ketiga kandidat berkampanye dengan tema masing-masing dan menyampaikan visi-misi mereka, yang sehari sebelumnya sudah disampaikan melalui siaran langsung XT FM 107,7 MHz.<br />
Titus Yurial Kurnianto adalah kandidat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Dia mahasiswa angkatan 2005. Dengan tema kampanye “Membawa LK Menuju Runtuhnya Menara Gading yang Buta dan Tak Mau Mendengar” Titus menyampaikan bahwa mahasiswa UKSW saat ini mempunyai karakter, individualis, dan eksklusif. Hanya bisa mengaku kaum intelektual, tapi tidak mau menggunakan intelektualitasnya untuk mengabdi pada masyarakat, dimana mahasiswa berada.<span id="more-49"></span></p>
<p>“Mahasiswa sedang berdiri gagah dan megah seperti menara gading yang dibalut dengan gedung megah. Namun sayang hanya bisa menjadi menara gading yang tuli akan keluh kesah dan buta akan masalah. Hanya bisa berfikir kuliah dan kuliah,” cetus Titus.</p>
<p>Titus berharap, dirinya bisa mengajak para fungsionaris lembaga-lembaga kemahasiswaan fakultas untuk duduk bersama guna menyelesaikan masalah internal dan eksternal kampus, menuju perubahan yang baru.</p>
<p>Satu-satunya kandidat perempuan dalam kampanye ini adalah Giovanni Raissa. Dia mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2005. Dengan tema kampanye “Bersama Menjalankan Fungsi dan Peran Lembaga Kemahasiswaan Sebagai Upaya Mengatasi Krisis Kepercayaan Mahasiswa pada LK” Giovanni menyampaikan, BPMU dan SMU harus bekerjasama dalam memperjuangkan keberadaan mahasiswa. Jika tidak, maka mahasiswa tidak akan merasa memiliki LK.</p>
<p>“LK bukan saja mengatasi permasalahan mahasiswa saja, tapi juga mengatasi permasalahan luar kampus. Sehingga, kinerja-kinerja LK tidak jalan di tempat, bahkan mundur, tapi menghasilkan perubahan yang besar,” ujar Giovanni.</p>
<p>Kandidat terakhir berasal dari Fakultas Sains dan Matematika. Namanya Kornelius Upa’. Dia angkatan 2005. Tema kampanye Kornelius mungkin adalah yang terdengar paling gaul, “Tunjukin Nyali Loe, Lembaga Kemahasiswaan!</p>
<p>Dalam kampanyenya, Kornelius menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki hak dan kewajiban sebagai salah satu komponen integral dan esensial sebuah perguruan tinggi. Hal ini tentu tidak dapat dipisahkan guna pencapaian visi dan misi UKSW.</p>
<p>“Oleh karena itu, LK hadir bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya, terkait dengan hak dan kewajiban. Dan LK harus mampu memperjuangkannya dan menjadikan LK takut akan Tuhan,” ujar Kornelius, berapi-api.</p>
<p>Setelah kesempatan tanya-jawab antara ketiga kandidat dengan para mahasiswa, kampanye terbuka berakhir pukul 13.00 dan dilanjutkan dengan sidang terbuka dan tertutup BPMU untuk pemilihan Ketua Umum SMU, yang berlangsung di ruang GX 203 pada pukul 16.00.</p>
<p>Tak ada suara untuk Titus<br />
Sidang terbuka diawali dengan doa dan penyanyian lagu Indonesia Raya serta Mars Satya Wacana. Ferry Revino, manajer Biro Kemahasiswaan, turut memberi kata sambutan, mewakili Wakil Rektor III.</p>
<p>Persidangan dipimpin Ketua Umum BPMU, Dian Rema Nugroho, dan dihadiri sekitar 80 mahasiswa, yang mencakup para fungsionaris LK fakultas maupun universitas, dan tamu undangan. Dalam sidang terbuka, ketiga kandidat kembali menyampaikan visi-misi yang dilanjutkan dengan tanya-jawab antara ketiga kandidat dan para hadirin.</p>
<p>Dalam tanya-jawab, Kornelius menyampaikan bahwa LK harus ilmiah, harus mendapat perlakuan yang sama di UKSW, dan siap bekerjasama dengan BPMU untuk melayani semua fakultas.</p>
<p>Giovanni menyampaikan bahwa dia akan menjadi pemimpin yang demokratis dan akan bekerjasama dengan BPMU dan saling berkoordinasi dalam menyelesaikan masalah. “Dan saya siap menerima kritikan dari mahasiswa jika kerja-kerja saya tidak sesuai harapan mahasiswa.”</p>
<p>Sedangkan Titus menyampaikan, “Saya akan memberi perlakuan yang sama terhadap semua (LK) fakultas dan tidak ada keistimewaan khusus untuk (LK) fakultas tertentu, meskipun itu fakultas saya sendiri. Dan saya akan duduk bareng bersama BPMU. Tidak hanya sekedar duduk sambil merokok dan ngopi, tapi duduk bareng untuk saling mendengarkan dan menyelesaikan masalah.”</p>
<p>Sidang terbuka akhirnya selesai dan dilanjutkan dengan sidang tertutup yang hanya dihadiri para fungsionaris BPMU untuk memilih Ketua Umum SMU. Pemilihan dilakukan dengan cara musyawarah di setiap kelompok utusan LK fakultas. Hasil musyawarah lantas menyepakati Kornelius sebagai Ketua Umum SMU periode 2008/2009.</p>
<p>Kornelius memperoleh sebelas suara kelompok utusan dan Giovanni mendapat dua suara. Satu suara dari kelompok utusan LK Fakultas Ekonomi pecah, sehingga LK FE abstain.Titus tidak mendapat suara sama sekali. </p>
<p>Satya Wacana jangan sekadar wacana.<br />
Ada tiga harapan Kornelius setelah terpilih. Yang pertama, Kornelius ingin LK tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya dalam hal koordinasi sesama LK dan menciptakan solidaritas sesama fungsionaris LK agar bisa jadi teladan untuk mahasiswa. Yang kedua, harapan terhadap mahasiswa. Kornelius berharap, mahasiswa banyak berperan aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang diadakan LK aras fakultas maupun universitas dan memiliki kesadaran bahwa LK sangat bermanfaat sepenuhnya. Kornelius ingin mahasiswa aktif menyampaikan aspirasinya melalui LK.</p>
<p>Dan terakhir, Kornelius berharap pada Universitas agar bisa menempatkan para mahasiswa sebagai subjek, bukan objek. Kornelius ingin, Universitas beserta LK mewujudkan UKSW yang benar-benar “satya wacana” (setia kepada Firman Tuhan — Red), bukan sekadar wacana.</p>
<p>“LK harus lebih memperhatikan masyarakat Salatiga. Dan harapan atas terpilihnya Kornelius, supaya bisa menjadi pemimpin LK yang tangguh dan memperhatikan mahasiswa,” kata Titus seusai pemilihan.</p>
<p>“Saya memandang, dari segi pemilihan ketua SMU perlu diperjelas mengenai konsep penelusuran kinerja dari tiap-tiap calon. Sehingga BPMU melihat kinerja dari calon berdasarkan penelitian khusus dan menelusuri lewat LPJ (laporan pertanggungjawaban — Red) akhir dari semua calon, supaya tidak menimbulkan pemikiran subjektif yang hanya disebabkan oleh komentar satu orang saja.”</p>
<p>Rencananya, serah terima jabatan Ketua Umum BPMU dan Ketua Umum SMU periode 2008/2009 akan dilaksanakan pada September 2008, melihat masa kerja BPMU dan SMU periode 2007/2008 baru berakhir pada 31 Agustus 2008.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zoegha.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zoegha.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zoegha.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zoegha.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zoegha.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zoegha.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zoegha.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zoegha.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zoegha.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zoegha.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zoegha.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zoegha.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zoegha.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zoegha.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zoegha.wordpress.com&amp;blog=4171954&amp;post=49&amp;subd=zoegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zoegha.wordpress.com/2008/11/30/pemilihan-ketua-senat-uksw-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">zoegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
