Yoga Prasetya

Be Your Self

Civitas UKSW Ragukan Kerja Pansus

with 2 comments

tolak hasil pansus (2) SCIENTIARUM/JAMES A.L.FILEMON
Sepanduk bertuliskan Tolak Kecurangan Pemilihan Rektor dibentangkan oleh mahasiswa saat unjuk rasa pemilihan rektor UKSW di depan kantor YPTKSW.

SALATIGA,SCIENTIARUM-–Puluhan dosen, pegawai, dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Satya Wacana melakukan aksi penolakan kecurangan pemilihan rektor pada (4/5/09).

Aksi yang dimuai pada pukul 10.00 WIB setelah pelaksanaan ibadah senin tersebut dilakukan di depan gedung Balairung Universitas dengan memampang spanduk besar yang bertuliskan “TOLAK KECURANGAN PEMILIHAN REKTOR”. Selain itu, para dosen, pegawai dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang tergabung juga melakukan penandatanganan permohonan penjelasan transparansi indikator scoring yang digunakan untuk pemilihan calon rektor yang ditujukan kepada Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW).

Dalam hal ini, mereka meminta kepada pansus untuk keterbukaan dalam scoring supaya ada kejelasan, sehingga semua civitas warga UKSW paham dengan proses pemilihan calon rektor.

Slamet Samiyana, dosen fakultas teologi menuturkan, ”Telah terjadi perbedaan pada hasil scoring pada pemilihan tahun 2001 dengan pemilihan tahun 2009 padahal indikator yang digunakan untuk scoring sama”.

Seperti yang tertulis pada press release, dengan indikator scoring yang sama pada tahun 2001, Prof.Dr Jhon Titaley menduduki ranking pertama, Prof.Dr. Kris Herawan Timotius pada ranking kedua, Prof.Dr. Hendrawan Supratikno pada urutan ke tiga, dan pada urutan ke empat diduduki oleh Prof. Daniel D. Kameo. Namun, pada pemilihan tahun 2009, ranking pertama diduduki oleh Prof. Dr. Kris Herawan Timotius, sedangkan ranking kedua diduduki oleh Prof. Daniel D. Kameo, dan Prof. Dr. Jhon Titaley berada pada ranking ketiga.

Pada pemilihan tahun 2009 kali ini, dari enam bakal calon rektor yang ada, hanya diusulkan dua nama yang tidak jelas scoring dan rankingnya, serta tidak jelas hasil ranking bagi seluruh nama bakal calon rektor yang ada. Dan kedua nama yang diusulkan oleh pansus kepada YPTKSW tersebut adalah nama-nama yang dibawah ranking Prof.Dr. Jhon Titeley pada pemilihan sebelumnya.

Dalam press release tersebut juga dikatakan bahwa dua nama yang diusulkan saat ini belum menyelesaikan masa jabatannya, sehingga belum ada pencapaian prestasi akhir yang dapat dibandingkan dengan Prof. Dr. Jhon Titeley yang telah menyelesaikan tugasnya.

Dalam hal ini para peserta aksi melontarkan kecurigaan terhadap kinerja pansus dalam penjaringan calon rektor, dan dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap SK 034/B/YSW/2004 tentang peraturan pencalonan, pemilihan calon dan pengangkatan rektor, dan para pembantu rektor UKSW. Seharusnya, tindakan pansus ditegur oleh pengurus YPTKSW, sangat disayangkan bahwa hal ini tidak dilakukan oleh pengurus.

Jubar Christian, dosen fakultas biologi menambahkan bahwa pansus telah melakukan pelanggaran terhadap SK 034/B/YSW/2004, dan salah satu pelanggarannya dapat dibuktikan dengan pansus yang melibatkan senator dalam melakukan proses scoring. Selain itu dalam persoalan etika, pihak pansus tidak memberikan surat pemberitahuan kepada bakal calon yang tidak lolos secara tertulis, tetapi diumumkan oleh pansus melalui buletin senin.

”Dalam hal ini kami tidak mempermasalahkan siapa nantinya yang akan terpilih akan tetapi yang kami permasalahkan adalah proses dan keterbukaan pansus dalam melakukan scoring” tambah Jubar.

Yulius Yusak, salah satu senator membenarkan bahwa pihak senator telah dimintai oleh pansus untuk ikut memberikan penilaian dalam pemilihan calon rektor. Padahal, seharusnya dalam aturan pemilihan calon rektor, senator tidak ikut memberikan penilaian. Hal tersebut telah melanggar SK.

Setelah melakukan penandatanganan permohonan penjelasan transparansi indikator scoring, para peserta aksi penolakan berjalan dengan membentangkan spanduk menuju kantor YPTKSW, dan beberapa orang perwakilan dosen dan pegawai masuk kantor YPTKSW untuk bertemu dengan pihak pengurus.

Hasil pertemuan perwakilan dosen dan pegawai dengan pengurus YPTKSW (Santoso Adikusuma, Tri Budi, Sutikno dan Johanes Rusadi) adalah sebagai berikut:

1. Pengurus dan dosen bersepakat bahwa proses pemilihan rektor tahun ini adalah momen yang berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya, karena bakal calon rektor berjumlah enam orang adalah lebih banyak dari dua periode sebelumnya.

2. Hal “luar biasa” lainnya menurut ketua pengurus YPTKSW Santo Adikusuma adalah hasil kerja pansus yang ternyata melahirkan dua nama pada posisi ketiga. hal ini menyebabkan hasil tersebut menjadi belum final karena masih harus dikonsultasikan dengan pengawas YPTKSW dan pembina YPTKSW.

3. Ketua pengurus menyadari bahwa dari hasil scoring dengan menggunakan instrumen scoring yang sama dan yang sangat empiris, seharusnya secara metodologis akan menghasilkan hasil yang konstan (dari pihak dosen dan pegawai mempermasalahkan bahwa seharusnya nama Prof. Dr. Jhon Titaley memiliki hasil yang tinggi karena selalu konstan) hal itu sudah disadari setelah melihat adanya dua scoring yang sama pada posisi keiga.

4. Pada hari Senin 4 Mei 2009 ketua pembina YPTKSW Prof.Dr. Atmonobudi telah mengutus ketua pengawas YPTKSW Pdt. Engkih Gandakusuma untuk datang ke Salatiga dan langsung mengumpulkan informasi mengenai masalah pemilihan rektor untuk disampaikan kepada pembina YPTKSW.

5. Oleh karena itu, protes dan surat dari dosen dan pegawai akan langsung diteruskan kepada pembina melalui pengurus.

6. Terhadap pengumuman hasil kerja pansus penjaringan bakal calon rekor di buletin senin UKSW, ketua pengurus YPTKSW mengakui bahwa hal tersebut bisa disalahkan. Pansus sebenarnya tidak boleh mengumumkan di buletin senin tapi karena pansus berpendapat bahwa hasil perlu diumumkan karena pansus didesak dari unitnya. Padahal dalam melaksanakan tugasnya sebenarnya pansus bertanggung jawab kepada unit tetapi kepada pengurus YPTKSW.

7. Ketua pengurus YPTKSW mengemukakan bahwa dirinya tidak tahu apakah dua nama yang diusulkan pansus tersebut akan diteruskan kepada senat UKSW. karena semuanya saat ini tergantung pada keputusan pembina YPTKSW setelah munculnya masalah ini. kalau memang ada penambahan nama, itu juga diserahkan kepada keputusan pembina YPTKSW.

8. Ketua pengurus YPTKSW setuju untuk meralat pengumuman yang dimuat di buletin senin UKSW.

Sedangkan hasil pertemuan dosen dan pegawai dengan ketua pengawas YPTKSW Pdt. Engkih Gandakusuma adalah sebagai berikut :

1. Pertemuan dilakukan atas mandat yang diberikan oleh ketua pembina YPTKSW Atmonobudi kepada ketua pengawas YPTKSW untuk mengumpulkan fakta-fakta atas proses pemilihan rektor yang sedang berlangsung di UKSW.

2. Berdasarkan mandat tersebut, ketua pengawas YPTKSW telah bertemu dengan pengurus YPTKSW dan selanjutnya bertemu dengan perwakilan dosen dan pegawai yang keberatan dengan hasil pansus penjaringan bakal calon rektor UKSW.

3. Surat dan tanda tangan asli dari dosen dan pegawai telah dikirimkan melalui paket kilat ke Jakarta. Salinan terhadap surat dan daftar tanda tangan tersebut akan dibawa oleh ketua pengawas untuk diserahkan bersama-sama dengan notulen pembicaraan tersebut kepada ketua pembina YPTKSW.

4. Dalam pertemuan tersebut ketua pengawas hanya membuat notulen saja dan tidak memberikan komentar karena kewenangan sepenuhnya berada ditangan pembina.

5. Para dosen yang hadir telah menyampaikan pendapat mereka tentang berbagai indikasi kecurangan dalam pemilihan rektor UKSW, serta persoalan intimidasi yang dialami oleh para pegawai kontrak di UKSW akibat menandatangani petisi untuk mencalonkan Prof. Dr. Jhon Titaley.

6. Atas pertimbangan-pertimbangan yang telah disebutkan dalam pertemuan tersebut maka kepada pembina YPTKSW dimohon untuk melakukan re-scoring (re-scoring) oleh tim baru yang dibentuk oleh pembina YPTKSW.

Iklan

Written by zoegha

Mei 8, 2009 pada 7:15 am

Ditulis dalam berita

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] Civitas UKSW Ragukan Kerja Pansus […]

  2. […] terhadap kecurangan dalam pemilihan rektor. Aksi tersebut direkam juga oleh seorang Blogger bernama Yoga Prasetya. Dalam blognya, Yoga menuliskan bahwa aksi yang digalang oleh sejumlah dosen, pegawai, dan […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: